Begin Again: Musik Patah Hati dan Drama yang Realistis

11:53 PM

"I write songs from time to time."
"What do you write them for?"
"What do you mean, 'what for'? For my pleasure and for my cat."
"Oh really? Does he like them?
"She. Yes, she seems to."
"How do you know?"
"Because she purrs."


Gretta memang mempunyai pandangan tersendiri perkara musik. Termasuk ketika Dan bertanya kenapa ia tak meninggalkan jejak satupun terkait lagu-lagunya di media sosial.

Aku menulis lagu untuk kesenanganku sendiri dan untuk kucing betinaku, ujarnya.

Perkara lagu dan kucing betina tentu bukan perdebatan pertama Gretta dan Dan. Dari awal, penulis lagu yang kebetulan mampir di New York itu memang sering gagal paham dengan pemikiran Dan, produser musik yang dulu sempat moncer di dunianya, namun sial di kehidupannya kini.

Termasuk ketika Dan menawarinya bergabung dan rekaman bersama labelnya dengan menyebut musiknya bagus, dan menambahkan alasan bahwa Gretta cantik.

Music is about ears, not eyes. And I’m not Judy Garland just off a greyhound bus looking for stardom,” tandas Gretta.

Dan memang setengah mabuk ketika mendengarkan Gretta menyanyi--setengah terpaksa--di panggung.

It's for anyone who's ever been alone in the city.”

Kata Gretta, membuka lagu sekaligus membuka film Begin Again (2014) garapan John Carney.

Gretta yang diperankan oleh Keira Knightley itu menyanyi dengan suara aslinya yang, apa adanya. Terlepas dari itu, banyak hal di Begin Again yang memang tak dilebih-lebihkan. Semuanya berjalan natural, seperti halnya bunyi dengungan microphone keras yang juga sengaja ditangkap film, atau ketika penonton/pengunjung bar kembali dalam kesibukkannya masing-masing di tengah lagu Gretta. Tak ada yang menganggap Gretta istimewa malam itu, selain satu laki-laki dengan jambang berantakan yang tampak tak terjamah pisau cukur selama dua bulan. Musik Gretta menghipnotis satu orang itu saja. Dan.

Begitulah Gretta James dan Dan Mulligan bertemu untuk pertama kalinya.
**

BEGIN AGAIN. Ini kali kesekian saya mengulang menonton film, yang seperti dibilang teman kantor saya: sangat-sangat-sangat realistis.
 
Kalau kamu pecinta film Once, dan sangat menikmati lagu-lagu semacam  Falling Slowly, Lies, If You Want Me, atau sedang patah hati, tontonlah film ini.

Dilihat dari judulnya, jika kamu menebak ini adalah film tentang proses menjalani kembali hubungan romansa dengan bekas pacar, kamu salah.

Begin Again adalah film tentang orang-orang kuat yang patah hati.

Diceritakan, Dave Kohl (diperankan Adam Levine) selingkuh dengan perempuan lain ketika tour konser album barunya. Gretta memilih marah dan pergi meninggalkannya--tentu saja.

Dan Mulligan (diperankan Mark Ruffalo) pisah ranjang dengan istrinya, sialnya lagi teman-teman satu labelnya memilih menyisihkannya karena tak sepaham lagi dengan selera dan idealisme bermusiknya.

Gretta dan Dan, dua orang yang sama-sama patah hati, sama-sama dipatahkan karena musik mereka masing-masing, dan sama-sama dipertemukan kembali oleh satu lagu yang mereka sukai.

And don't pray to God, cause He won't talk back
Are you ready for the last act?
To take a Step You Cant Take Back

Menariknya, lagu ini--dan semua lagu lain yang mengisi film Begin Again hadir sebagai musik nyata untuk para lakon di semesta Begin Again, bukan musik yang ditempelkan pembuat film untuk menghias filmnya.

Misalnya, lagu Like A Fool yang hadir dinyanyikan Gretta via ponsel untuk menggoblok-goblokkan Dave sekaligus diri Gretta sendiri. Atau juga A Higher Place yang dari lagu itu Gretta 'membaca' Dave telah berpaling darinya. Lagu-lagu rekaman mereka: No one Else Like You, Tell Me If You Wanna Go Home, Coming Up Roses, dan tentu saja lagu yang mengawali karier Dave ciptaan Gretta:

O iya, mengingatkan sadja~ ini film John Carney yha~ 
Jangan pernah berpikir sederhana seperti di film kebanyakan, yang mudah saja mengakhiri drama seperti itu dengan menyatukan dua orang patah hati menjadi sepasang kekasih. 

Saya kira John Carney, dengan detail-detail di filmnya, telah berhasil membuat penonton (saya lebih tepatnya) tidak berpikiran seperti itu. Meski di film ini Gretta dan Dan hampir selalu bercakap dua arah, mendengarkan musik bersama-sama, berjalan beriringan, namun John Carney berhasil membuat penontonnya tidak serta merta menginginkan mereka menjalin romansa. Carney memang licik, ia begitu hati-hati menjauhkan filmnya dari bau-bau picisan macam itu.

Carney hanya ingin berbicara sederhana,
how to fix something that was broken. Tentang hubungan percintaan Gretta, kekacauan karier dan keluarga Dan, dan cara bertahan dari patah hati yang paling realistis, bukan dramatis.

Menariknya lagi, Carney--melalui lakon Gretta berhasil mengungkapkan, sepatah-hati apapun kita, kita selalu dan selalu berhak atas kebebasan kita sendiri. Bebas untuk memutuskan menjauh, membenci, dan tak sudi kembali kepada Dave. Bebas untuk membawa perjalanan album baru Gretta ke mana: ia mulai tanpa lagu rekaman demo, berjalan independen, tanpa label, penjualan pun mandiri dan tanpa studio rekaman!

Lagu-lagu mereka direkam di pinggir jembatan New York lengkap dengan suara klakson mobil, di puncak Empire State Building lengkap dengan berisik angin, di atas perahu menyusuri danau Central Park, Chinatown, Katedral Saint John the Devine, di terminal subway (kereta bawah tanah) disertai dengan diselingi bunyi ambulance dan teriakan marah orang di tengah lagu mereka. 

Konsep musik yang istimewa sekali.
   
Perempuan yang patah hati ini, memilih pergi meninggalkan Dave, serta memilih menempatkan karyanya dalam ranah-ranah kebebasan versinya sendiri.

Menarik!


You Might Also Like

0 komentar

WILDFLOWER

They just grow wherever they want. No one has to plant them. And then their seeds blow in the wind and they find a new place to grow.

Don't be beautiful

They keep saying that beautiful is something a girl needs to be. But honestly? Forget that. Don’t be beautiful. Be angry, be intelligent, be witty, be klutzy, be interesting, be funny, be adventurous, be crazy, be talented – there are an eternity of other things to be other than beautiful. And what is beautiful anyway but a set of letters strung together to make a word? Be your own definition of amazing, always. That is so much more important than anything beautiful, ever.” – Nikita Gill